Fundamental Ekonomi Bagus, Indeks Diprediksi Positif hingga Akhir Tahun

screenshot_2016-12-05-16-03-01_1

Metrotvnews.com, Jakarta: Perjalanan politik yang memanas di Indonesia sama sekali tidak memberikan pengaruh bagi investor untuk menyimpan dananya di pasar modal Indonesia. Hal itu terlihat dari pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang meningkat, meski sempat fluktuatif belum lama ini.

Naik turun indeks yang belum lama ini terjadi, karena banyak dana asing yang keluar dari Indonesia, setelah terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden AS.

Meski dana asing banyak keluar, kinerja indeks masih tetap dibantu oleh kondisi fundamental ekonomi yang stabil. Dengan demikian, investor Tanah Air masih cukup percaya dengan kinerja pasar modal Indonesia.

‘Kalau kita lihat so far, hari ini oke ya. Naiknya hampir satu persen. Kalau melihat hanya November saja kayaknya enggak fair. Potretnya hanya pendek. Jadi harus the whole year,’ ujar Direktur Utama Mandiri Sekuritas Silvano Rumantir, ditemui di Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta, Jumat (2/12/2016).

Ke depan, menurut Silvano, yang harus diperhatikan adalah kebijakan Trump yang akan dilantik pada Januari 2017. Keadaan itu membuat Mandiri Sekuritas perlu meninjau ulang ramalan indeks hingga akhir 2016.

‘Perkiraan IHSG, dengan adanya Trump effect,yang di luar ekspektasi, sekarang kita lagi mengkaji lagi ramalan IHSG kita sampai akhir tahun,’ tuturnya.

Silvano menambahkan, walaupun harus ditinjau ulang, dirinya tetap optimistis pergerakan indeks masih akan tumbuh positif hingga akhir 2016. ‘Dari awal tahun sampai sekarang. Kalau melihat tren, cenderung (bergerak) positif,’ pungkas Silvano.

Indeks Diperkirakan Alami Penguatan Terbatas

screenshot_2016-12-05-15-48-53_1

Metrotvnews.com, Jakarta: Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat ini berada dalam tren penguatan. Tapi, diperkirakan penguatan tersebut mulai terbatas sehingga diperlukan adanya sentimen positif lainnya agar gerak IHSG bisa terus bertahan kuat di masa-masa yang akan datang.

Analis Bahana Securities Tasrul menyatakan, gerak indeks memang menguat, akan tetapi secara volume transaksi mulai menurun. “Saya prediksi I‎HSG hari ini akan kembali menguat namun bersifat terbatas dengan perkiraan support pada level 5.226 dan resisten 5.283,” ungkap Tasrul, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Senin (5/12/2016).

Sementara itu, ‎Kepala Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya‎ menambahkan, gerak indeks pada perdagangan hari ini diperkirakan kembali rentan terhadap potensi pelemahan, meski masih ada sikap optimistis untuk menembus resisten 5.291.

“Kami perkirakan tetap akan menguat, menuju target resisten 5.291 dengan support saat ini di level 5.088. ‎Hari ini IHSG berpotensi menguat. Rilis data perekonomian terlansir di awal bulan masih menunjukkan berada dalam kondisi terkendali,” ucap William.

Kondisi tersebut, lanjut William, merupakan salah satu faktor yang menunjukkan ekonomi Indonesia masih terus bertumbuh dengan baik dan koreksi yang terjadi pada IHSG berada dalam kategori  wajar.

M‎engamati keadaan tersebut, William merekomendasikan kepada pelaku pasar untuk mencermati beberapa pergerakan saham seperti PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), dan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF).

Selain itu, perlu pula mencermati pergerakan saham seperti PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Astra International Tbk (ASII), PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI).

Bursa Saham Merespon Positif Aksi Damai 212

screenshot_2016-12-05-15-35-34_1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Aksi Damai 212 yang berlangsung damai menjadi sentimen positif bagi pasar saham domestik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada hari ini, Jumat (2/12), ditutup naik 47,20 poin seiring dengan aksi doa bersama yang berjalan kondusif.

IHSG BEI ditutup menguat 47,20 poin atau 0,90 persen menjadi 5.245,95. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak naik 10,87 poin (1,25 persen) menjadi 880,56.

Ekonom Samuel Sekuritas, Rangga Cipta menilai, aksi demonstrasi umat muslim yang berlangsung damai menjadi sentimen positif terhadap laju saham. Kendati begitu, faktor yang mempengaruhi IHSG lebih ke faktor global.

“Dari perspektif global, investor akan menunggu data non farm payroll (NFP) AS yang akan rilis pada malam ini sebagai tanda dari kekuatan ekonomi AS dan kenaikan Fed Fund Rate,’ ujarnya kepada Republika, Jumat (2/12).

Rep: Idealisa Masyrafina / Red: Nidia Zuraya